uncategorized

tanya nggih

awalnya hanya sok filosofis, berpikir tentang bagaimana jika saya menganalogikan Tuhan sebagai energi. tapi kemudian timbul pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. kalau ada yang tahu jawabannya, tolong dijawab nggih.

jadi seperti ini. dari penemuan rutherford dan yang lain kita mulai tahu tentang struktur atom. atom terdiri dari inti atom dan elektron yang menempati orbital tertentu. sedangkan inti atom itu sendiri, terdiri dari proton dan neutron. kemudian, dari einstein kita tahu bahwa massa bisa berubah menjadi energi, dan sebaliknya. sebagian dari massa inti atom terkonversi menjadi energi yang menyatukan inti atom (menghasilkan persamaan e=mc^2 yang legendaris). hal ini menjelaskan mengapa proton dalam inti atom bisa saling berkumpul.

nah, ketika sampai disini, saya berhenti dan tercenung. bom yang meledak di hiroshima dan nagasaki energinya berasal dari peruraian ikatan inti atom plutonium menjadi atom lain dengan massa yang lebih rendah. itu artinya, tidak semua massa plutonium terkonversi menjadi energi. saya berpikir, jika semua massa plutonium bisa terkonversi menjadi energi, maka satu kilo plutonium mungkin mampu menghancurkan seluruh tata surya. fyuuh….mengerikan. dan saya pun gemetar. bayangkan saja, betapa besar energi yang digunakan Tuhan untuk mencipta keseluruhan alam semesta.

dari sini kemudian muncul beberapa pertanyaan.

pertama, energi yang dibutuhkan untuk menyatukan inti atom sangat besar. apa yang membuat ikatan intra inti atom sangat sulit lepas?

padahal hukum termodinamika kedua, tentang entropi, menyatakan bahwa nilai entropi alam semesta selalu positif. artinya, tingkat “kekacauan” alam semesta selalu meningkat. dalam konteks ikatan kimia, berarti setiap reaksi kimia yang terjadi cenderung untuk membentuk senyawa baru dengan ukuran yang lebih kecil dan sederhana. maka tidak heran jika kita menemukan sebuah atom dengan massa besar cenderung tidak stabil dan meluruh membentuk atom-atom baru yang lebih kecil. dengan energi yang sebegitu besar, seharusnya ikatan intra inti atom mudah lepas. tapi mengapa hal itu jarang terjadi pada atom yang berukuran sedang atau kecil?

kedua, kita tahu reaksi reaksi yang terjadi di matahari adalah reaksi fusi antara dua atom hidrogen menjadi helium. tapi, penemuan-penemuan selanjutnya menemukan bahwa reaksi fusi hidrogen bukan satu-satunya reaksi fusi yang terjadi. ketika bintang sudah menua, reaksi fusi yang lain juga akan berlangsung dan menghasilkan atom-atom lain dengan massa yang lebih besar. nah, disini kemudian timbul sebuah pertanyaan. atom hidrogen hanya memiliki sebuah proton dan sebuah elektron. ketika bereaksi fusi, menghasilkan helium dengan dua proton dan dua elektron. sampai disini kita tidak melihat keberadaan neutron. akan tetapi, atom-atom dalam sistem periodik dengan massa lebih besar dari helium memiliki inti atom yang terdiri dari proton dan neutron. jika matahari mampu menciptakan atom yang lebih besar dari helium, darimana ia memperoleh neutronnya?

karena keterbatasan ilmu saya, saya tidak bisa menjawab dua pertanyaan diatas. ada yang mau bantu?

Iklan

Satu tanggapan untuk “tanya nggih”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s