uncategorized

DAWN RHAPSODY

Hmm…ketika kau membuka mata di penghujung malam ini, di satu sudut dunia mungkin telah beranjak dari fajar dan mulai hangat dengan terpaan sinar matahari. Ketika kau mengeliat perlahan, meluruskan otot dan belulang atau menghilangkan sedikit kepenatan yang tersisa dari tidurmu, pemuda-pemuda seusiamu mungkin tengah berlari terengah. Menggenggam erat batu dan ketapel, duduk berjongkok menggeram melihat ke arah anjing-anjing berseragam tentara. Menunggu, melawan kepenatan dan rasa kantuk yang tertahan tiga hari. Diam, lalu melontarkan batu di genggaman tangan ke arah anjing berseragam tentara. Sejurus, lalu kembali melesat berlari menghindari desing peluru dan bau mesiu.

Lalu kau beranjak dari kasur empukmu. Kemudian berjalan, mungkin dengan sedikit sisa kantuk di matamu. Berdiri di depan kran air, mulai membasuh muka dan berwudhu. Di saat bersamaan, anak-anak kecil di suatu negeri. Berdiri gagah di ujung jalan. Dengan wajah yang juga basah, oleh cucuran keringat dan darah bercampur debu dan sisa mesiu yang berhamburan di udara lewat peluru-peluru. Kau bertakbir, mereka juga bertakbir. Bersama dengan selaksa batu-batu yang meluncur lewat tangan kecil dan ketapel-ketapel mungil. Sejurus, dan kalimat tauhid bergema di udara!

Kau berdiri, ringan tenang membaca huruf-per-huruf ayat surat Al-Fatihah. Dan mereka! mencoba berdiri dengan kaki-kaki ringkih yang mulai tak sabar untuk bergetar hebat. Berlari dan melontarkan batu-batu kota. Sejenak lalu bertakbir, berdiri menantang deru panser dan tank yang menyebarkan debu-debu ke udara.

Kemudian kau ruku’, dan airmatamu mulai menetes perlahan. Membayangkan betapa kecilnya kau di hadapanNya. Di sudut sebuah kota suatu negeri, seorang ibu muda duduk tersungkur. Di hadapan puing bangunan yang tadi malam masih menjadi rumahnya. Ya, hanya diam. Diam begitu saja. Kemudian masih diam, memandang sayu. Mencoba untuk menangis, tapi sepertinya airmatanya telah kering. Menguap bersama bayi mungilnya yang terkoyak bersama dentuman roket burung-burung baja.

Malam hampir berakhir, dan kau makin larut dalam nikmat tahajudmu. Peperangan di negeri itu juga makin memanas haru. Gerilyawan-gerilyawan kecil makin lincah melepas-lontarkan batu. Berlari, sembunyi di sudut jalan kumuh. Sejurus, ringan melompat menghindari desing-desing peluru. Berlindung sejenak, lalu menyerang menggempur mengoyak-hancur-luluhkan barisan anjing berseragam tentara. Melontarkan batu, bersama teriakan kalimat tauhid takbir dan teriakan untuk terus berjibaku.

Kota memanas, asap roket burung-burung baja makin mengganas. Debu beterbangan bersama roda-roda panser melewati jalan-jalan kota. Rentetan peluru meninggalkan lubang di jalan dan dinding-dinding masjid dan gedung tua. BOOM!!! Sebuah roket kembali berdentum. Meninggalkan lubang besar di tepi trotoar. Peluru-peluru kembali beterbangan. Meninggalkan bau mesiu yang segera memenuhi udara!

Kau bersujud, bersamaan di negeri itu tiga mujahid syahid tersungkur bumi! Terkoyak! diantara suara rentetan senapan kaliber 70 mm!

Di tempat lain, senja menyelimuti satu sudut bumi. Sesosok anak lusuh berjalan lesu. Memandangi receh yang tergenggam di tangannya. Mengusap lemah perut yang sudah lima hari tak terisi nasi. Menatap kosong. Limbung, dan jatuh terkapar diatas tumpukan sampah.

Di tempar lain, malam hadir. Ketika seorang gadis muda memandang kosong bayi mungil tak berdosa yang kini sudah tak bernafas lagi. Bau alkohol memenuhi kamar mungil sebuah hotel tak jauh dari wanita itu. Sebuah botol yang kini kosong menggelinding ke kolong kasur. Asap ganja mengepul memenuhi ruang. Seiring nafas berat pemuda gondrong di sudut kamar.

Di sisi lain bumi, matahari siang makin memanas. Sesosok bapak tua menuntun anaknya berdiri dalam antrian. Menunggu dibabtis hanya untuk sepotong roti, segelas air dan sekardus mi!

Fajar hampir datang, kau makin larut dalam doamu…

Iklan

5 tanggapan untuk “DAWN RHAPSODY”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s