uncategorized

Bumi, Semesta, Manusia

Apakah kau pernah berpikir tentang perjalanan ke luar angkasa. Membayangkan petualangan-petualangan liar yang mungkin hanya pernah terlintas dalam imaji. Sepertinya memang terlihat menyenangkan. Mengandaikan diri kita berada dalam sebuah pesawat luar angkasa dan berpetualang dengan bebas. Menembus awan ether yang mengisi semesta. Kabut galaksi. Atau berpetualang mengitari cincin Saturnus. Ah tidak, atau yang lebih seru dari itu. Menembus tembok gas Jupiter, atau melaju kencang diantara lembah-lembah Mars, lalu beradu kecepatan menuju puncak Olympus!

Apapun bisa kau bayangkan dalam otak, sebagai bayangan imaji petualangan luar angkasamu. Pertempuran luar angkasakah, petualangan di planet baru, pertemuan dengan makhluk-makhluk asing, atau bahkan perjalanan menembus batas ruang dengan pesawat berteknologi warp. Kau harus akui, semesta dengan semua keluasannya juga menyediakan ruang untuk imaji yang tidak kalah luas. Semesta juga menjanjikan petualangan-petualangan terfantastis yang pernah dibayangkan manusia. Petualangan-petualangan  hebat yang mungkin dulunya hanya terlintas dalam mitologi-mitologi, epos dan legenda.

Aku hidup di bagian masa yang berbeda denganmu. Petualangan luar angkasa yang bagimu hanya mimpi, dan hanya menjadi bagian dari imajimu telah menjadi kenyataan bagiku. Aku telah mengalaminya.

Kawan…selamat datang di tahun 2047.

Sebuah era “baru” bagi umat manusia. Jika kau hidup pada masa 40 tahun yang lalu, kau mungkin tidak akan menyangka bumi akan mengalami perubahan sedemikian besar dalam tempo waktu sesingkat itu. Semua itu dimulai dari insiden sekitar tahun 2010an yang memicu pertarungan politik dalam skala besar. Bahkan jauh lebih besar dari perang dunia I dan II. Tidak ada satupun orang pada masa itu yang mengira sebuah negara adidaya akan runtuh karena krisis keuangan yang berkepanjangan. Yang kemudian dengan segera, memicu terjadi perebutan kekuasaan yang hebat antar negara-negara dunia. Kau bisa bayangkan betapa kacaunya dunia saat itu. Tidak seorang pun tahu siapa kawan, siapa lawan, karena setiap orang bertarung untuk hidupnya masing-masing. Tikam-menikam dan adu muslihat, menjadi keseharian yang tidak dapat dihindari oleh siapapun. Orang yang dikalahkan berjuang untuk hidup pada esok hari. Sedangkan para pemenang, pun tidak pernah tahu apakah ia akan bertahan untuk melihat matahari terbit.

Ketika perang itu selesai, 10 tahun kemudian. Kemanusiaan telah dikoyak lantak, sedangkan bumi ditinggalkan dengan luka yang menganga. Lautan dipenuhi limbah-limbah perang, sungai-sungai tercemar, sedangkan udara telah penuh dengan polutan yang membuat napas sesak. Tidak banyak manusia yang tersisa. Dari sejumlah itu, ribuan mengalami cacat karena luka-luka perang, ribuan lagi teracuni oleh senjata kimia, sedangkan sisanya mengidap penyakit aneh yang belum bisa dijelaskan dunia kedokteran pada masa itu. Bayi dan anak kecil yang seharusnya terlahir dengan wajah lucu, sebagian besar mengalami kelainan karena teracuni logam berat. Membuat mereka tidak mampu bertahan hingga mencapai kedewasaan. Sisanya mengalami cacat mental, yang membuat mereka berakhir mati, ditenggelamkan, diracun, atau digantung karena dianggap hanya menjadi beban bagi kemanusiaan.

Kau tidak akan melihat langit berwarna biru untuk waktu yang lama setelah itu. Bumi, karena pengaruh senjata-senjata yang digunakan semasa perang, menciptakan deretan-deretan baru gunung berapi yang terus-menerus menyemburkan debu vulkanis dan mengancam nyawa manusia di sekitarnya. Keadaan seharusnya bisa lebih baik, tetapi hutan telah lama hilang pada masa itu, dan membuat bumi kehilangan kemampuan regenerasinya.

Sungguh, aku tidak ingin membuatmu berpikir bahwa semua hal dalam keadaan serba buruk setelah masa itu. Di sisi lain, didorong kebutuhan untuk menciptakan senjata-senjata perang yang mutakhir selama masa perang, pengetahuan dan teknologi manusia mengalami peningkatan yang luar biasa. Senjata plasma ditemukan dua tahun setelah perang dimulai, dan dalam beberapa bulan kemudian, sudah dikembangkan menjadi pendorong untuk roket-roket dan pesawat luar angkasa. Di bidang lain, perkembangan bioteknologi juga tidak kalah berkembang. Selama masa perang, manusia telah menciptakan tanaman-tanaman yang gennya sudah diubah untuk memenuhi kebutuhan logistik manusia. Manusia juga telah mengembangkan teknologi sel punca, yang membuatnya mampu menciptakan ‘spare-part’ untuk hampir semua organ tubuhnya, kecuali otak dan syaraf.

Dan yang paling luar biasa dari semua capaian itu, adalah ditemukannya “warp gates” untuk pertama kali. Kau mungkin telah mendengar banyak hal tentang partikel neutrino yang mengisi jagad. Partikel-partikel ini telah ditemukan sejak lama, bahkan cukup lama sebelum perang besar terjadi. Akan tetapi, manusia pada zaman perang, telah mengembangkan sebuah teknologi untuk menggunakan partikel-partikel muon dan neutrino untuk membengkokkan ruang. Teknologi ini membuat teleport menjadi mungkin untuk dilakukan. Manusia bisa berpindah dalam waktu yang sangat singkat dari suatu tempat ke tempat lain. Membuat negara yang sedang berperang bisa mengirimkan tentara dan logistik tanpa perlu takut terdeteksi musuh atau diserang sebelum sampai di tujuan.

Hanya dalam waktu kurang dari satu tahun sejak teknologi ini ditemukan, peperangan berakhir. Meninggalkan negara-negara yang memiliki teknologi ini menjadi pemenang atas peperangan yang telah begitu lama berlangsung. Dengan segera, teknologi ini menjadi teknologi yang dikategorikan berbahaya dan menjadi dirahasiakan dari orang-orang umum. Meskipun demikian, pengembangan teknologi ini terus dikembangkan setelah perang selesai. Sekumpulan ilmuwan telah dipekerjakan secara rahasia di fasilitas rahasia milik pemerintah dan terus menerus melakukan riset mengenai teknologi “warp gates”. Kali ini, bukan untuk perang, atau memenuhi ambisi penguasa, tetapi untuk umat manusia.

Tahun 2025. Lima tahun paska perang besar.

Liga negara dunia dibentuk, atas prakarsa negara-negara yang menjadi pemenang pada perang besar. Dunia harus bersyukur, karena negara-negara tersebut bukanlah negara-negara yang ambisius untuk menguasai seluruh dunia. Lima tahun setelah perang selesai, mereka mengajak semua negara yang tersisa untuk mendirikan liga negara dunia untuk mengatasi permasalahan-permasalahan paska perang. Mereka juga tidak segan untuk membagi beberapa teknologi yang mereka kembangkan untuk mengatasi masalah-masalah kemanusiaan di dunia. Program penyelamatan bumi diluncurkan tepat satu bulan kemudian sebagai program utama liga negara dunia, dengan agenda pertama penanaman kembali hutan-hutan untuk mengembalikan kemampuan regenerasi bumi. Tentu saja, bukan tanaman biasa yang ditanam, melainkan tanaman hasil rekayasa genetika yang bisa tumbuh dalam waktu sangat singkat. Tanaman-tanaman ini juga telah dibekali kemampuan untuk menetralisir racun dan limbah yang ada dalam tanah dan udara, membuat udara di sekitar mereka aman untuk dihirup sekaligus membuat tanah menjadi lahan yang kondusif untuk hewan dan tanaman lain.

Program penyelematan bumi, juga mengagendakan serangkaian program tambahan lain. Termasuk program penanaman tanaman logistik untuk mengatasi bahaya kelaparan dunia. Mereka juga memiliki program pelayanan kesehatan dan pendidikan untuk anak-anak. Mereka percaya bahwa semangat untuk menciptakan dunia yang lebih baik tidak boleh hilang. Anak-anak harus dididik dengan benar agar mencintai bumi dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan sejak dini. Semangat dan kecintaan itu harus diwariskan, demi kehidupan manusia yang lebih baik.

Dengan semua usaha keras dan jerih upaya yang dilakukan, sebagian besar masalah-masalah bisa dituntaskan. Untuk pertama kali sejak terjadinya perang besar, manusia bisa melihat warna biru langit kembali. Dunia sepakat untuk mengenang masa-masa damai, dan mengingatkan manusia tentang bahaya perang dengan memperingatinya sebagai hari biru. Setiap tahun, pada tanggal 1 Ramadhan, setiap manusia pergi ke luar, memandang langit biru, dan mendoakan pejuang-pejuang perang yang gugur selama perang besar. Sebuah monumen besar telah didirikan tepat di tempat pertempuran terakhir terjadi, yang mengingatkan manusia akan kembalinya kedamaian di bumi.

Meskipun demikian, beberapa orang mulai menyadari bahwa bumi sudah terlalu rusak untuk dapat diperbaiki lagi. Pencemaran air dan tanah, membuat umur manusia menjadi pendek. Liga negara dunia bisa melihat populasi manusia paska perang memang meningkat. Akan tetapi, mereka juga bisa melihat fisik manusia semakin melemah dan tingkat kematian per tahun meningat waktu demi waktu. Pada akhir tahun 2031, manusia telah sadar bahwa bumi telah menolak untuk dihuni lagi.

Negara-negara besar pada tahun awal tahun 2024 sebenarnya telah memulai program rahasia untuk mencari planet pengganti bumi. Pencarian planet-planet di semesta raya dilakukan besar-besaran untuk menemukan planet yang mungkin dihuni manusia. Sedangkan di sisi lain, pesawat-pesawat luar angkasa terus dikembangkan agar mampu bertahan dari efek “medan massa” yang ditimbulkan oleh warp gate bermedan besar. Untuk menjelajah angkasa, dibutuhkan warp gate dengan medan energi yang sangat besar.  Energi ini digunakan untuk membengkokkan ruang antar planet yang sangat jauh. Akan tetapi, medan energi yang besar ini membuat hampir semua atom yang melewatinya menjadi atom lain dengan massa yang besar dan radioaktif sehingga akan hancur karena meluruh setelah keluar dari warp gate. Keberadaan lubang cacing di luar angkasa juga menjadi bahaya tersendiri, karena jika mereka terletak pada jalur warp, apapun yang melewati warp gate akan tersedot ke lubang cacing dan terperangkap di dimensi paralel. Untuk waktu yang lama, ilmuwan-ilmuwan yang bekerja secara rahasia terus mengembangkan material yang mampu bertahan dari efek medan massa.

Seorang astronom yang sangat suka kucing pada tahun 2029, secara tidak sengaja menemukan planet baru di gugus bintang MW-576, di galaksi K4-T5M-14U-W. Kabarnya, kucing peliharaannya telah menyebabkan instrumen pengamat bintangnya rusak, namun secara kebetulan menunjuk pada planet dengan kondisi yang sangat mirip dengan bumi. Atas permintaan astronom tersebut, planet tersebut dinamai planet meowthopia. Investigasi menyeluruh segera dilakukan, dan menemukan bahwa planet tersebut benar-benar mirip dengan bumi. Lengkap dengan ekosistem dan sistem pendukungnya. Tahun 2034, setelah material yang tahan efek medan energi ditemukan, robot pertama dikirimkan melalui warp gate. Robot itu kembali dalam keadaan rusak parah setelah kembali dari misi, namun data yang dibawanya masih dalam keadaan utuh sehingga bisa dipelajari. Robot-robot yang dikirim setelahnya mengalami nasib yang sama. Membuat para ilmuwan berkesimpulan bahwa tidak ada material yang bisa bertahan melewati warp gate dua kali. Para ilmuwan tentu saja, tidak mengetahui perubahan terhadap struktur material mereka ketika melewati warp gate pertama kali. Hal ini membuat penelitian untuk menemukan material yang benar-benar tahan terhadap efek medan energi menjadi benar-benar tidak mungkin untuk dilakukan.

Tahun 2036, sebelas tahun sebelum hari ini. Para ilmuwan di fasilitas rahasia telah menemukan bahwa planet tersebut benar-benar bisa dihuni oleh manusia. Sesuatu yang sangat menggembirakan. Kabar buruknya adalah, belum ada percobaan yang mampu mengirimkan makhluk hidup dalam keadaan utuh melewati warp gate. Tahun berikutnya, seorang ahli material berhasil mengatasi hal ini. Ia berhasil mengirimkan sepasang kucing ke luar angkasa dan mendaratkan mereka dengan selamat di planet meowthopia. Robot pemantau yang mengawasi mereka melaporkan bahwa mereka bertahan hidup di planet baru itu. Sepuluh tahun setelah itu, misi pengiriman manusia ke planet meowthopia dimulai.

Aku…adalah salah satu kandidat yang akan menjadi bagian dari misi penting itu. Bersama dengan 26 kandidat terpilih lain, kami akan mencetak sejarah dengan menjadi manusia pertama yang mendarat di meowthopia pertama kali. Satu hal yang belum aku ceritakan kepadamu, adalah bahwa bumi telah berubah banyak sejak sepuluh tahun kemarin. Langit tidak lagi biru, karena bumi telah memenuhi udara dengan debu-debu vulkanis dan gas sulfur. Kali ini, dalam jumlah yang tidak lagi mungkin kami atasi. Manusia yang tersisa kini bertahan di bawah permukaan tanah, berlindung dari hujan sulfat dan gas mematikan di atas sana.

Satu setengah jam setelah pesawat meninggalkan bumi, dan melewati warp gate kedua. Tinggal beberapa menit lagi untuk mencapai atmosfer meowthopia. Mungkin tidak lebih dari satu jam lagi. Tetapi kegugupan itu masih menguasaiku. Mungkin ini karena ini adalah pertama kali bagiku pergi ke luar angkasa. Atau mungkin juga, ini adalah manifestasi tekanan psikis akibat pelatihan intensif dan prosedur ketat yang harus aku jalani sejak satu semester terakhir ini. Entahlah, medan energi warp gate tiba-tiba saja mati tanpa kami ketahui penyebabnya. Membuat pesawat melenceng 3000 km dari posisi yang seharusnya. Kini kami mengandalkan tenaga pendorong roket plasma untuk mencapai orbit planet. Dan sejak saat itu, perasaanku tidak enak. Sesuatu mengatakan kepadaku bahwa aku tidak akan melihat bumi lagi setelah ini.

“Apakah kau gugup?”, suara yang tidak begitu asing menyapaku. Ahmad, salah satu dari dua kawan dekatku di misi ini. Ahmad, aku dan Aisyah adalah trio sekawan yang tidak terpisahkan. Untuk sesuatu yang tidak kami mengerti sebelumnya, kami bertiga menjadi kawan dekat satu sama lain. Selama masa seleksi, kami banyak menghabiskan waktu bersama untuk berbagi ide, gagasan, maupun mimpi-mimpi tentang manusia perjalanan ruang angkasa, dan misi ini. Dari percakapan kami, aku mengenal Ahmad adalah anak seorang patologis, sedangkan Aisyah adalah putri ahli biologi yang terkenal. Mereka berdua mewarisi bakat kedua orang tuanya, dan sepertinya dengan alasan itulah mereka dipilih sebagai kandidat untuk misi ini. Sedangkan aku, yang tidak pernah merasa menjadi sosok yang istimewa, atau dibekali dengan bakat-bakat spesial, secara diam-diam hanya bisa mengagumi sosok kedua kawanku ini.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Ah tentu saja ia sudah tahu jawaban yang akan aku berikan. Pertanyaan itu hanya dilontarkan untuk sekedar basa-basi. Untuk mengalihkan pikiran, aku ganti melihat Aisyah yang berdiri di belakangnya dan merasakan ada sesuatu yang ganjil.

“apakah kau tidak merasa gugup?”, aku balik bertanya.

“tentu saja, aku gugup. Misi ini akan menentukan nasib manusia ke depan. Kita adalah bagian dari misi yang akan menyelamatkan manusia dan peradabannya”

“firasatku aneh. Akhir-akhir ini aku terus-menerus memikirkan ulang tentang pentingnya menyelamatkan umat manusia. Tapi entah mengapa, aku menjadi berpikir bahwa manusia tidak perlu untuk diselamatkan”

“mengapa? Apakah karena ia telah menciptakan kerusakan yang besar di bumi?”

“mungkin”

“baiklah, ada sesuatu yang kau harus tahu. Aku baru saja menerima informasi dari seseorang yang memiliki akses ke pusat kendali dan menemukan berita yang tidak mengenakkan. Kau tahukan, bumi sedang dalam keadaan kritis ketika kita tinggalkan. Para ilmuwan bahkan telah memperkirakan umurnya tidak akan mencapai dua tahun lagi. Tapi mereka salah. “

“maksudmu?”, aku menjadi sangat tertarik dengan apa yang ingin ia sampaikan.

“tidak ada lagi planet bernama ‘bumi’ di semesta. Ia telah hancur, tepat ketika kita berada di warp gate. Pusat pembangkit daya di bumi ikut rusak, hal itulah yang membuat warp gate mati dan kita melenceng dari posisi kita seharusnya. Sepertinya informasi ini sangat dirahasiakan, dan kapten kapal sepertinya juga tidak ingin membuat semua kru dan kandidat menjadi panik.”

“Benarkah?” aku tertegun. Dan untuk sesaat seperti merasakan godam seberat satu ton sedang dijatuhkan, tepat menghantam kepala. Membuatnya remuk dan mematikan semua daya pikir di otakku. Satu-satu persatu bayangan orang-orang yang aku kenal dengan cepat melintas sekelebat bayangan. Dimulai dari ayah dan ibu, adik-adikku, kucing peliharaanku, lalu berganti dengan cepat menampilkan gambar hidup di otak yang terus berputar.

“Bumi…hancur?”, kataku lirih. Aku masih berusaha menguasai diri dan menahan tubuh semampunya untuk tidak gemetar.

“kami telah mengambil keputusan”, kini Aisyah yang ganti berbicara. “kehidupan manusia harus terus berjalan. Manusia telah menyalahi amanahnya menjaga bumi, dan telah merasakan sebagian akibat dari perbuatannya sendiri. Kami memandang meowthopia sebagai kesempatan kedua, yang tidak akan kami sia-siakan kali. Kini saatnya kau mengambil keputusan.”

“Keputusan?”, aku balik bertanya. Sebuah kebetulan yang aneh, pikirku. Lima belas menit yang lalu aku baru saja memikirkan ulang keputusanku untuk ikut serta dalam misi ini. Lima belas menit kemudian, bumi telah hancur dan aku dipaksa untuk mengambil sebuah keputusan besar.  Tentang manusia.

Ya, manusia. Yang itu. Kau pikir ada makhluk bernama manusia selain itu?

Makhluk yang bahkan telah dipertanyakan keberadaannya jauh sebelum ia diciptakan. Apa yang para malaikat takutkan itu pada akhirnya terbukti. Manusia tidak pernah berhenti berbuat kerusakan di bumi. Tiga perang dunia bahkan tidak cukup untuk mengingatkan mereka atas amanah yang seharusnya mereka jaga untuk menjaga bumi.

Perjalanan ini adalah perjalanan pertamaku keluar angkasa. Tentu saja, aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi padaku. Beberapa jam lagi, pesawat ini akan mendarat di meowthopia, dan keputusan itu mau tidak mau harus aku ambil. Planet meowthopia menyediakan hampir semua hal yang manusia pertama temukan di bumi sejak ia diciptakan pertama kali. Aisyah benar, semua ini benar-benar mirip kesempatan kedua bagi manusia. Apakah ia akan menjaganya, atau apakah ia akan mengulangi kesalahan yang sama dengan yang pertama.

Jika kau dalam posisi yang sama denganku, keputusan manakah yang akan kamu pilih?

 

docendo disco, scribendo cogito

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Bumi, Semesta, Manusia”

  1. assalamu alaikum.
    tulisan yang menarik akhy, gabungan antara fiksi dan perkembangan teknologi ilmu falak terbaru. saya sangat terkesan. tapi menurut pengetahuan saya, proyek pencarian planet lain yang mirip dengan bumi bukanlah sebuah proyek rahasia. sejak tahun 2009 lalu NASA telah mengirimkan roket Delta II yang memuat teleskop Keppler dengan misi mencari planet yang layak untuk dihuni oleh manusia di masa yang akan datang. ini link-nya: http://iwandahnial.wordpress.com/2008/06/18/tiga-planet-mirip-bumi-kembali-ditemukan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s