uncategorized

sepotong kata

Kau mungkin tidak bisa membayangkan, betapa hatiku melonjak, seakan ia hendak terlompat gembira ketika itu. Engkau katakan padaku, bahwa kau telah memilih dakwah sebagai jalan hidupmu. Pilihan yang pasti, katamu. Lalu kau memintaku untuk mendoakanmu agar diberikan istiqamah untuk tetap berada di jalan pilihanmu. Aku katakan padamu kawan, bahkan aku akan melakukannya tanpa kau minta sekalipun.

Satu, dua hari. Minggu berganti bulan. Maka tahun pun berganti. Kudapati engkau semakin kuat dan tegar menapaki apa yang telah kau azzamkan untuk perjuangkan pada masa itu. Tahukah kawan, andai saja. Andaikan saja sepotong janji itu tidak pernah aku ucapkan, air mataku kan mengalir sendu tak tertahan. Ketika melihatmu, menatapmu bertransformasi pelan tapi pasti. Menyaksikan perubahan-demi-perubahan yang terjadi dan mengawali hari-hari barumu. Ketika mengenangmu, membayangkan dirimu, lalu ketika menuliskan tulisan ini.

Aku ingin kau tetap dalam pilihanmu. Maka tulisan ini ada. Ia dituliskan saat ini, ketika hari agak mendung. Ketika gerimis menurunkan rintik-rintik butir air yang lembut tertiup angin sepoi. Sore hari. Ketika kepalaku entah mengapa terasa sakit. Tapi entah atas dorongan apa, aku hendak saja menuliskan tulisan ini.

kawan…tetaplah dan tegar di jalan pilihanmu :3

Iklan

5 tanggapan untuk “sepotong kata”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s