uncategorized

hanya bahan renungan kok

di suatu pagi, kau seperti terbangun. kau dapati tubuhmu terkapar diatas ranjang
bersprei hijau, di dalam ruangan berdinding putih pucat dengan aroma-aroma aneh
yang menusuk-nusuk hidungmu. telingamu tak mendengar apapun, hanya tangis. kau
dapati orang-orang disekelilingmu terisak yang kau bahkan kau tak tahu mengapa.
kau hanya merasakan tangan mereka yang gemetar ketika menggenggam tanganmu yang
mulai dingin dan perlahan kaku.

matamu nanar, kosong. menatap satu demi satu wajah-wajah di sekitarmu. kau ingin
bertanya, “ada apa?” tapi lehermu serasa tercekat. kau teriak sekenanya. tapi
yang keluar dari mulutmu tak lebih dari desis bisikan yang tak terdengar oleh
siapapun. kau bertanya dalam hati, “ada apa dengan tubuhku?”. kau panik, tubuhmu
tak bisa bergerak. neuron-neuron dalam otakmu kehilangan transducer yang
menghantarkan impuls-impuls kimia post synapsis syarafmu. kau hanya merasakan
keringat dingin yang mengalir pias mengalir di kening dan sekujur tubuhmu.

kau bertanya pada dirimu, “Tuhan, apakah ini?”. lalu perlahan penglihatanmu
memudar, syarafmu meradang, dan tanpa bisa kau kendalikan otot-ototmu menegang
dan membuat seluruh tubuhmu bergetar. lalu kau dapati semuanya sunyi, tepat
setelah dua baris kalimat dibisikkan lewat telingamu begitu lirihnya.

“dimana aku?” lalu kau bertanya pada dirimu sendiri. gelap menjadi apa yang kau
lihat. sunyi memenuhi telingamu, dan kekosongan menjadi satu-satunya yang
dirasakan seluruh indra sensorimu. keheningan yang sempurna…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s