catatan singkat

bumi bergemuruh, bergetar, berdetak mencipta ritmis perkusi menghipnotis. angin mencipta rhapsody, ia biarkan melodinya mengayun lentik di sela-sela lambaian ujung cemara. “dengar concertoku” kata sang air yang berdericik. suaranya tegas, lantang tapi tak memekakkan telinga yang mendengar. ketika itu, mentari tertegun. seketika ia menghentikan nada yang dialunkannya. “wahai, lagu apakah yang kalian mainkan. bolehkah aku ikut bersama kalian?”. “kami sedang memainkan simphony semesta” jawab mereka. “ikutlah bersama kami. dan kita kan runtuhkan realita bersama-sama”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s