10
Mar
13

reframing…lagi

saking lamanya ndak buka blog…sampe lupa alamat blognya dimana (lol) untung ada plurk. bisa liat blog kak agunyanmon, maka ketemulah akun wordpress yang sudah lama tidak diupdate ini. mumpung blognya ketemu, yuk mari ngobrol bareng sama KAtS lagi :3

kali ini topiknya tentang re-framing. sambungan dari topik yang dulu pernah diobrolin bareng di tret ini –> https://knightofwind.wordpress.com/2010/01/27/re-framing/ tulisan lama sih, tapi seru buat dibahas, diobrolin, dikupas, dikunyah rame-rame *yummm

sebelumnya, tulisan ini ada karena, pertama, diingetin tentang reframing oleh kak agunyanmon. reframing itu topiknya memang ‘nyikologi’ banget. klo udah baca tulisan sebelum ini, mungkin temen-temen bisa paham klo konsep reframing yang kats tawarkan agak rumit klo belum paham konsep-konsep psikologi yang ada di belakangnya. nah, berhubung tulisan yang sebelumnya cuma bahas sekilas tentang reframing, sepertinya bakal lebih *yummm klo reframing dibahas sekali lagi.

alasan yang kedua, kemarin diajak ngobrol tentang konsep kebahagiaan. menurut yang ngajak kats ngobrol, kebahagiaan itu sesuatu yang ‘given’, sesuatu yang berasal dari luar diri kita dan tidak bisa kita rubah. nah, klo menurut KAtS, sesuai dengan konsep reframing yang sudah kita obrolin kemarin, kebahagiaan itu sesuatu yang ‘defined’. asalnya dari diri kita sendiri dan karena sifatnya yang ‘defined’, maka ia juga ‘defineable’ dan kita bebas me’redefine’ kebahagiaan semau kita.

jadi intinya-dengan reframing-kebahagiaan itu diciptakan, bukan dicari.

kredo reframing, “segala sesuatu di luar diri kita tidak memiliki arti hingga kita memberikannya makna”. bagaimana kita memberi makna pada hal-hal di luar kita, tergantung dari ‘rule’ dan ‘value’ yang kita miliki. setiap orang punya ‘rule’ dan ‘value’ yang berbeda. maka, jangan heran jika dua orang bisa memiliki perspektif yang jauh berbeda tentang hal yang sama. dua orang yang melihat seekor anak kucing lari jejumpalitan, misalnya, salah satunya mungkin akan memberikan perspektif yang ‘menyenangkan’. kucingnya lucu, kucingnya ceria, mari kita tersenyum dan habiskan hari dengan bahagia. meskipun demikian, salah satu dari orang tersebut bisa juga memiliki perspektif yang ‘tidak menyenangkan’. kucingnya alay, kucingnya ribut, mari kita *syuuuuung…lemparin pake sandal jepit.

itu tadi, bagaimana kita membentuk perspektif atas hal-hal yang ada disekitar kita. orang pertama memiliki perspektif positif. anggap saja ia baru pulang kencan. sebuah dinner yang sangat romantis, dan kekasihnya memberinya sebuah cincin. melamarnya. pikiran positif ini, yang sangat kuat, dalam pikiran orang ini akan membuatnya cenderung untuk memberikan perspektif positif pada hal-hal yang ada di sekitarnya. sebaliknya, orang kedua memiliki perspektif yang berbeda. bisa jadi dia kecapekan setelah dikejar moster gukguk. bunga kesayangannya mati. dia punya coklat, tapi diambil kucing dan dibawa kabur. pikiran-pikiran negatif ini, kuat mempengaruhi pikirannya, dan kita pun akan mendapatinya memberikan perspektif-perspektif yang kurang menyenangkan terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya.

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ، أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“tiga hal yang apabila seseorang mendapatinya, maka ia telah merasakan manisnya iman. orang yang menjadikan Allah dan rasulNya lebih ia cintai dari selain keduanya. orang yang mencitai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah. dan orang yang membenci kepada kembali pada kekafiran sebagaimana ia membenci dilempar ke dalam api (neraka)”(H.R.-Bukhari)

hadist diatas topik asalnya tentang iman dan mahabbatullah. akan tetapi, hadist ini juga berkesuaian dengan teori perspektif yang kita obrolin  barusan (dan tentu saja, reframing). manisnya iman –> kebahagiaan di dunia dan akhirat. maka kebahagiaan, menurut hadist diatas, dicapai dengan mahabbatullah-mahabbaturrasul (poin pertama), dan pengamalan dari mahabbatullah-mahabbaturrasul (poin kedua dan ketiga). agak bingung ya? mari kita buat studi kasus.

KEHUJANAN. JALAN BECEK. MOTOR MOGOK. TERPAKSA JALAN SATU KILO. SAMPE RUMAH LANGSUNG DEMAM.

tanpa perspektif yang tepat dan ketiadaan mahabbah (mahabbah–>cinta), rangkaian peristiwa diatas adalah peristiwa yang tidak menyenangkan. nyebelin malah. keberadaan ‘cinta’ dan penempatan perspektif yang tepat mampu merubah rangkaian peristiwa diatas, dari ‘jengkel nyebelin nan bikin sakit hati’, menjadi sesuatu yang ‘ceria menyenangkan nan bikin bunga bunga bermekaran di hati’. anggap saja pelaku kejadian diatas, seorang suami yang menjemput istri setelah tidak bertemu 3 bulan. hujan-jalan becek-motor mogok-jalan satu kilo, menjadi tidak lebih dari ‘kerikil’ kecil dari sebuah jalan yang harus dilewati dari sebuah perjuangan meraih cinta *wuiiii. maka demam pun menjadi sesuatu yang membahagiakan. soalne kan jadi ditungguin istri…disuapin bubur…de es te (ninja).

dari semua hal yang bisa dijadikan ‘frame’ dalam sebuah ‘reframing’, cinta memang salah satu yang paling ampuh. ada frame ‘pengorbanan’, ‘perjuangan’, ‘petualangan’, dan ratusan ‘frame’ yang bisa digunakan. tetapi hanya ‘cinta’ (terutama yang didasari dari kecintaan terhadap Allah dan RasulNya) yang mampu bertahan paling lama dan mampu menjadi ‘frame’ yang mampu merubah drastis perspektif kita terhadap hal-hal di sekitar kita. keberadaan cinta di hati, membuat seorang suami rela bekerja keras siang malam. seorang istri mampu bersabar dan tabah. seorang anak tak lagi berpikir ulang untuk berbakti pada orang tua. prajurit maju gagah berani ke medan perang, dan…kita, merubah dunia sedikit lebih baik dengan lebih banyak semangat dan senyuman :p

ini obrolan kita sedikit tentang reframing. lain kali kita ngobrol tentang variasi reframing dan trik mudah reframing sehari-hari nggih ^,^

12
Des
12

kucing dan jenggot

Syahdan, negeri kucing hitam sedang riuh. Kacau. Pendeta agung meong meong yang dihormat di seluruh negeri mangkat, dan pendeta yang seharusnya menggantikan menjaga kuil suci menghilang tepat di malam sebelum hari penobatan. Pasar-pasar riuh. Jalan-jalan ramai. Rakyat tak henti membicarakan kehebohan yang mengguncang seluruh negeri.

Beberapa hari sebelumnya, sesuai adat yang berlaku dijunjung ratusan tahun, pendeta dengan jenggot terpanjang akan menggantikan posisi pendeta agung yang ditinggalkan. Sehari sebelum penobatan, miauw-pendeta yang terpilih mengutarakan ketidak inginannya menggantikan pendeta agung. Maka para pendeta dan keluarga kerajaan pun riuh menentangnya. Adat suci yang berlaku ratusan tahun harus dijunjung, kata mereka. Upacara suci telah memilihnya menjadi pendeta agung yang baru. Tidak ada orang lain yang bisa menggantikan pendeta agung selain dirinya.

“Aku masih terlalu muda untuk ini”, kata miauw dalam pelariannya.

Ia memacu kudanya cepat menuju perbatasan negeri. Lari sejauh-jauhnya. Secepat-cepatnya. Menghindari kejaran pasukan kerajaan yang mengejarnya dengan kecepatan penuh. Ketika matahari terbenam, ia sampai ke negeri kucing hutan. Dilihatnya sekelompok suku kucing hutan bertarung melawan serbuan puluhan perompak klan guk guk. Terpanggillah naluri ksatria si miauw. Dengan sekuat tenaga dipaculah kudanya menyerang para perompak. Sigap, si miauw merebut salah satu pedang. Diayunkannya kuat. Memberai barisan perompak kocar kacir. Si miauw tidak berhenti. Pedangnya terus mengayun. Menghunus. Menebas musuhnya tanpa ampun. Ketika rona merah di langit menghilang, ketua klan perompak telah roboh tertebas amukan pedang si miauw. Sisa-sisa perompak kabur tunggang langgang. Melarikan diri sejauh jauhnya.

“Terima kasih atas pertolonganmu”, kata kucing tetua kucing hutan. “Bukan, masalah. Sesama kucing memang harus tolong menolong.”, jawab si miauw rendah hati. Para kucing hutan beristirahat setelah pertarungan panjang tadi. Kemah-kemah didirikan. Api unggun besar dinyakalan. Para kucing hutan berkumpul mengelilingi api unggun. Khidmat. Ketua suku kucing hutan terbunuh dalam pertempuran. Saatnya ketua suku yang baru dipilih untuk memimpin suku. Kucing tertua berdiri paling dekat dengan api unggun. Memulai posesi pemilihan ketua suku yang baru dengan tenang.

“Adakah yang ingin mengajukan diri menjadi ketua suku yang baru?”, tanya tetua suku. Para kucing hutan adalah suku kucing yang paling demokratis. Hampir semua hal diputuskan dengan diskusi egalitarian. Dan seperti sebelum-sebelumnya, ketua suku selalu dipilih dengan musyawarah yang mufakat.

“Adakah yang ingin kalian ajukan menjadi ketua suku?”, para kucing hutan masih terdiam. “Bagaimana dengan si miauw?”, kata salah satu kucing hutan. Meskipun dia bukan kucing hutan, dia kucing yang pemberani. Dia mahir bertarung. Dia akan membantu kita melewati hari-hari yang sulit ketika para perompak dari klan guk guk datang menyerang kembali.

Para kucing hutan pun riuh berdiskusi. Si miauw hanya diam mendengarkan dari sudut salah satu tenda. Sebelum bulan mencapai puncak langit, si miauw menghilang.

“Aku belum pantas untuk ini.”,  kata miauw dalam pelariannya.

Ia memacu kudanya perlahan. Mengendap-endap. Agar tak terdengar klan kucing hutan yang tamasyuk berdiskusi. Sebelum matahari terbit, ia sampai di sebuah sungai. Lelah. Lapar. Ia menambatkan kudanya di sebuah pohon. Berjalan ke arah sungai perlahan, membasuh muka. Membersihkan dirinya dari sisa-sisa perjalanan. Ketika matahari meninggi, rasa lelah dan kantuknya membuatnya tertidur.

Ia terbangun ketika seekor kucing putih membangunkannya. “Kamu sepertinya dari negeri yang sangat jauh.”, kata si kucing putih seraya menyodorkan segelas minuman segar. Si Miauw mengangguk seraya tersenyum. “Apa nama tempat ini?”, tanyanya. Ini negeri kucing putih. Negeri para kucing petarung. Pohon ini bukan tempat yang bagus untuk beristirahat. Kamu bisa ke rumahku jika kamu mau. Bukankah sesama kucing harus saling menolong?

Pagi hari setelahnya, si miauw menemukan seisi kota sedang riuh ramai. Mungkin ini hari besar di negeri kucing, pikirnya. Ia berpamitan pada si kucing putih dan berjalan-jalan ke tengah kota. Dilihatnya, para kucing berkumpul memadati alun alun. Dua ksatria negeri kucing bertarung dengan gagah diatas panggung. Melompat. Menyerang. Beradu kemahiran mengayunkan pedang kayu. Tapi pertarungan itu tidak seimbang. Kucing yang lebih besar jauh lebih mahir berpedang dari kucing belang yang lebih kecil. Setelah beberapa kali serangan, si kucing belang terjungkal keluar arena. Meninggalkan si kucing pemenang berdiri lantang di tengah arena. Penonton riuh bersorak.

“Adakah penantang lain?”, serunya lantang. “Majulah ke depan dan bertarunglah denganku”. Naluri ksatria si miauw pun bergolak. Ditambah dengan rasa penasaran dan hati yang berdebar-debar. Ia tak kuasa menolak ketika kakinya tanpa sadar berjalan ke depan. Melaju ke arena.

“Namaku Rawrrr…siapa namamu?”, sambut si kucing besar dengan hormat. “Aku miauw”, jawab miauw seraya mengambil pedang kayu. Gong berbunyi lantang. Kedua kucing pun beradu di tengah arena. Si miauw memulai serangan dengan sebuah tusukan cepat. Rawrrr berkelit dengan ringan meskipun tubuhnya besar. Membalas dengan sebuah sabetan kuat ke arah kepala. Miauw menangkis dan mundur sejenak. Menjejak kaki ke bumi. Lalu tak terduga melompat ke arah Rawrrr. Menyambarkan pedangnya kuat-kuat. Rawrrr berkelit kesamping dan menyambungnya dengan jurus-jurus serangan cepat.

Kedua kucing beradu seimbang di arena. Miauw terus menyerang dengan gerakannya yang lincah, dan Rawrrr mengimbanginya dengan elakan dan serangan-serangan yang kuat. Ketika matahari hampir mencapai puncak langit, kedua kucing terengah-engah kelelahan. Rawrrr yang telah bertarung lebih lama mulai kesulitan menghindari serangan-serangan cepat. Ia mulai menyerang beruntun. Tak memberi nafas untuk miauw. Miauw mulai terdesak. Tangkisan-tangkisannya mulai lemah. Pedang kayu yang terayun kuat hampir meretakkan kepalanya andai saja dia tak berkelit dengan cepat. Ia melompat kuat ke belakang. Mengambil nafas. Rawrrr mengejarnya dengan pedang yang terhunus cepat ke depan. Miauw berkelit ke samping. Menghentak bumi, melompat cepat ke depan. Mengayunkan kaki cepat ke arah tengkuk. Panggung berdebum. Miauw terengah-engah menyaksikan lawannya tersungkur ke belakang. Penonton hening menahan nafas.

“Apa kau baik-baik saja?”, tanya miauw. Rawrrr masih tertidur telentang. Mengatur nafas, lalu tertawa. “Kau hebat, anak muda”. Penonton pun bersorak riuh. Panjang umur Raja! Panjang umur Raja! Panjang umur Raja!

Si Miauw tertegun. Ia tak lagi sempat berkelit ketika penonton mengangkat tubuhnya ke atas. Mengaraknya keliling kota dan meneriakkan, “Raja baru! Raja Baru! Panjang umur Raja Miauw!”. Sesuai adat yang berlaku dan dijunjung di negeri kucing putih, setiap setahun sekali diadakan pertarungan besar di alun-alun ibukota. Para penantang, melawan raja. Raja baru akan dipilih ketika sang penantang berhasil mengalahkan raja lama.

Matahari condong ke barat. Sekitar waktu ashar. Ketika arak-arakan itu kembali ke alun alun kota. Raja baru yang terpilih dituntun masuk ke ruangan khusus untuk persiapan penobatan esok hari. “Biarkan aku sendiri”, kata miauw. Para pelayan dan penjaga istana pun berlalu pergi. Miauw menutup pintu biliknya rapat-rapat.

Ketika bulan tepat di puncak langit, Istana kerajaan heboh. Raja baru melarikan diri. Miauw dengan cerdik menyelinap diantara kepungan penjaga. Melewati tembok istana, dan tanpa terendus memacu cepat kudanya ke arah matahari terbit.

“Aku terlalu lemah untuk ini”, katanya dalam pelarian.

Ia memacu kudanya cepat. Hanya berhenti sejenak untuk beristirahat dan makan. Tujuh hari kemudian, ia sampai ke negeri para singa. Negeri para kucing besar yang paling bijak. Ia tertidur di sebuah oase, sampai seekor singa tua membangunkannya. “kau tampak lelah”, sapa singa tua sambil mengelus jenggotnya yang panjang. “Kamu telah menempuh perjalanan jauh. Matamu kuyu. Tubuhmu kurus. Jenggotmu tampak lusuh. Apa yang mengejarmu anak muda?”.

“Aku masih belum siap untuk ini”, jawab miauw. “Aku belum mampu untuk memimpin mereka”. “Iyakah?”, tanya singa tua.

Belum siap? Atau merasa belum siap?. Miauw terdiam tanpa menjawab. Atau jangan-jangan kamu memang tidak menginginkan tugas itu? Apapun itu…Kamu terkena kutukan karena telah melanggar aturan suci para kucing. Kutukan itu akan selalu mengikutimu kemanapun kamu pergi.

===

Setiap kaum kucing mengharuskan mereka memiliki seorang pemimpin. Aturan ini telah mengikat para kucing selama ribuan tahun. Pemimpin ini akan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup rakyatnya, dan mereka dipilih berdasarkan kriteria khusus yang dibuat masing-masing klan kucing. Singkatnya, setiap negeri kucing memiliki kriteria kepemimpinan sendiri dan kucing yang paling mendekati kriteria itulah yang akan diangkat menjadi pemimpin. ini tentang kapasitas personal dan kualitas individu yang dimiliki kucing.

Setiap kucing memiliki kapasitas tertentu. Kucing dengan kapasitas yang lebih besar akan mendapatkan tugas yang jauh lebih besar, dengan tanggung jawab yang lebih besar pula. Dan ini sebuah siklus tugas. Kewajiban, tugas, dan tanggung jawab secara alamiah akan memanggil orang-orang yang punya kapasitas untuk menjalankannya, demi kelangsungan hidup semua kaum kucing. Ketika seekor kucing terlahir, kapasitas-dan kualitas yang melekat pada dirinya akan mengantarkannya pada takdir. Pada sebuah tugas yang harus diembannya. Ketika ia lari dari tugas yang harus diembannya, tugas itu akan dialihkan pada orang selanjutnya yang sanggup mengemban tugas itu.

Tapi ini tidak berarti cerita selesai sampai disini. Secara alamiah, tugas lain-yang setara atau sama dengan tugas yang ditinggalkan akan memanggil si kucing. Meminta untuk dituntaskan. Ironisnya, perjalanan pelariannya seringkali membuat si kucing lebih kuat. Kapasitas dalam dirinya semakin besar. Tugas-tugas baru yang memanggilnya akan semakin besar dan menuntut tanggung jawab yang lebih besar pula.

“Apa nama kutukan itu?”, tanya miauw. “Kutukan kucing berjenggot”, jawab singa tua.

THE END

19
Nov
12

tasawuf 2

topiknya masih tasawuf. dan kali ini cinta yang jadi bahan diskusi. tapi kali ini bentuknya bukan narasi. narasi terlalu panjang, kata kats. kita main tanya jawab saja. ini edisinya mas mas dan mbak-mbak lagi ngobrol.

A: apa itu cinta?
B: saya tidak tahu?
A: kenapa masih pengen diobrolin
B: kan pengen tahu…
A: ya udah…apa yang pengen kamu tahu?
B: apa itu cinta?
A: ish…dasar kucing.

notes:
katanya cinta itu mirip Tuhan. kamu tahu apa itu cinta. ralat. setiap orang tahu apa itu cinta. kamu tahu rasanya berdekatan dengan cinta. kamu tahu. semua orang juga tahu. tapi kamu tidak akan mampu menciptakan definisi cinta yang diterima universal oleh semua makhluk. cinta? ya cinta. Tuhan? kamu mengenalnya lebih baik dari siapapun. ketika kita mulai menjelaskan apa itu cinta, apa itu Tuhan, kita mulai kehilangan makna Tuhan dan cinta dari jiwa kita. solusinya? kita biarkan saja cinta dan Tuhan mula membuka tabirnya pada jiwa kita. bukankah cinta itu awal segala sesuatu?

A: btw, mengapa kamu pengen tau cinta?
B: agar aku bisa mencintai dengan benar apa yang aku cintai?
A: apa yang kamu cintai?
B: kamu?
A: aku tidak butuh cintamu.
B: tapi aku butuh mencintaimu.
A: mengapa aku tidak mencintaimu?
B: mungkin karena kamu sudah mencintai dia.

notes:
kebutuhan jiwa adalah mencintai. bukan dicintai. “antumul fuqaraa’u ilallah”, kata Quran. kita yang butuh mencintai Tuhan. Jiwa kita butuh untuk mencintai. jiwa kita haus akan rasa cinta yang tidak akan pernah bisa terpenuhkan kecuali dengan mencintai. “Innallaha ghaniyyul hamid”. Sesungguhnya Tuhan Maha Kaya. ia tidak butuh untuk mencintai sesuatu apapun.

B: mengapa kamu mencintai dia?
A: aku tidak tahu. mengapa kamu mencintaiku?
B: karena kamu juga mencintaiku?
A: geer…
B: klo memang kamu tidak mencintaiku? mengapa kamu memilih disini dan mengobrol denganku sedangkan dia butuh untuk selalu bersamamu?

notes:
Love is always mutual. dengan catatan khusus. jika memang itu cinta. “ketika manusia berjalan menuju TuhanNya, Tuhan menyambut dia dengan berlari”, kata Rasulullah. cinta selalu berlaku dua arah. tidak ada cinta yang tertampik selama itu memang benar-benar cinta. “man yuridullahu khairan yufaqqihu fiddin”, kata Rasulullah. ketika seorang hamba dicintai Allah, maka ia akan memberikannya ilmu, makrifat, yang akan membuat dia semakin mencintai Tuhan. kalau merasa melihat ada cinta yang tertampik sebelah tangan, coba tanyakan lagi, apakah itu memang cinta?

A: tapi aku mencintai dia.
B: itu tidak berarti kamu tidak mencintaiku.
A: tapi aku lebih mencintai dia.
B: bukankah cinta memang pilihan?

notes:
“Cinta memiliki tingkatan-tingkatan”, kata Al-Jauzi. dan kita harus memilih satu diantara cinta tersebut sebagai “Prime Love”, cinta yang paling tinggi.

A: aku tetap memilih dia
B: itu pilihanmu. tapi kamu tidak bisa berhenti mencintaiku
A: mengapa?
B: karena aku kawan dekatnya. dan kamu tidak akan mampu berdiri di depanku dengan rasa benci selama aku berteman dengannya. itu bukti bahwa kamu mencintainya

notes:
ketika kita mencintai sesuatu, segala hal yang disukaiNya akan kita sukai dan segala hal yang Dia benci akan kita benci pula. “tsalatsa man kunna fiihi wa jada khawalatul iman”, potongan dari sebuah hadist yang masyhur. lanjutannya panjang, jadi silahkan dicari sendiri. hadist ini memberikan beberapa perspektif.
1. rasa nikmat dalam mencintai hanya diperoleh jika kita menujukannya pada obyek yang tepat.
2. kecintaan kita terhadap sesuatu dapat dibuktikan dengan beberapa hal.
– kita mencintai Dia diatas segala sesuatu apapun
– kita mencintai apapun yang Dia cintai
– kita membenci apapun yang Dia cintai

A: ish…kenapa ribet sih. kan aku udah bilang aku lebih mencintai dia.
B: biasa aja tuh
A: tapi aku gak mungkin membalas cintamu
B: aku tidak pernah mengharapkan cintaku berbalas

notes:
simply, platonik. kecintaan kita terhadap Tuhan dalam bentuknya yang paling murni tidak membutuhkan balasan dari Tuhan. meskipun pada akhirnya Tuhan akan membalas rasa cinta kita, dengan hadiah-hadiah, rahmat, rezeki yang mengalir, ilmu yang luas, kita tidak mengharapkan balasan apapun selain keridhaan bahwa kita mencintaiNya. kecintaan terhadap Tuhan, sikap penuhanan kita terhadap Tuhan memiliki beberapa tingkatan. yang paling rendah, menuhankan Tuhan karena Takut diazab. Yang kedua, menuhankan Tuhan karena ingin masuk surga. yang paling tinggi, dan yang paling utama, menuhankan Tuhan karena semata-mata ia adalah Tuhan, satu-satunya yang patut dipertuhankan.

A: apakah kamu tidak merasa sakit?
B: aku tidak pernah merasa sebahagia seperti ini sebelumnya

notes:
happiness always comes after love. kebahagiaan selalu datang membersamai rasa cinta. maka tidak salah hadist diatas, “tsalatsa man kunna fiihi…wajada khalawatul iman” iman, rasa cinta yang benar. ditujukan pada obyek yang benar. dan diwujudkan dencan cara yang benar. mendatangkan rasa manis, kebahagiaan bagi si subyek pencinta.

A: aku tidak yakin kamu mencintaiku
B: aku mencintaimu. aku hanya perlu kamu tahu saja
A: aku butuh bukti
B: mengapa harus dibuktikan?
A: bukankah cinta memang harus dibuktikan?

notes:
cinta bukan obyek. yang diam. pejal. ia kata kerja. setiap aksinya bisa dibuktikan dan dilihat dengan jelas. kecintaan kepada Tuhan, keimanan kepada Tuhan tidak pernah berhenti pada “aku mencintai Tuhan”. cinta menuntut subyek si pencinta untuk secara konsisten menunjukkan kecintaannya dengan serangkaian aksi-aksi terukur yang terencana dengan jelas. “Iman adalah menentang Realitas”, kata Ali Syariati. Realitasnya, Tuhan berada nun jauh bersemayam di Al-Arsy. Rasa cinta, Iman kita terhadap tuhan adalah satu-satunya obyek yang mampu mengubah realitas itu. setiap aksi-aksi kita, setiap aktivitas yang kita lakukan dalam rangka kecintaan kita terhadap tuhan, akan mendekatkan sosok Tuhan yang begitu jauh sehingga bisa dirasakan semua orang di bumi. membuat mereka mampu merasakan setiap tetesan rahmat yang diberikan Tuhan kepada mereka.

B: dengan apa cinta harus dibuktikan?
A: dengan aksi? kerja? cinta membuat hidup seseorang selalu dinamis
B: ah…capek. sudahlah, sepertinya aku harus pergi?
A: kemana?
B: biasa…kencan.
A: hoe? bukankah kamu tadi barusan bilang kamu cinta aku?
B: iya…tapi…aku tidak pernah bilang kamu satu-satunya orang yang aku cinta kan?
(brum brum…suara motor pergi berlalu)

end scene:
C: lho ini tasawufnya dimana?
D: lha ini tadi kamu baca barusan?
C: gak kerasa tasawuf. cuma obrolan mas B yang lagi ngegodain mbak A
D: ini namanya qiyas…cerita analog. klo ceritanya dibuat versi kucing jejingkrakan ntar kamu ndak paham. klo dibuat narasi ntar kamu bilang menggurui. ribet ah.

tasawuf, betapapun rumit penampakannya, hanya berbicara tentang dua hal. siapa yang harus kita cintai dan bagaimana kita sepatunya mencintai Dia.

ini tulisan lama…tapi sepertinya pas buat dikutip di artikel ini

Ketika cinta berada di luar sana, maka cinta adalah sebuah kata benda. Anggap saja bulat. Empuk. Kinyul-kinyul. Dan enak dicokot-cokot. Atau terserah deh…kalian bisa membayangkan cinta dalam berbagai versi. Silahkan gunakan imaji kalian dan bayangkan cinta dalam berbagai bentuk dan versi sesuka hati. Tapi kita harus sepakat tentang satu hal. Cinta di luar sana adalah kata benda.

Tapi ketika cinta ada dalam diri kita, maka cinta adalah sebuah kata kerja. Sebuah keputusan dan sikap. Cinta dalam diri kita tidak pernah mewujud dalam sekedar kata, sekedar vibrasi udara yang terartikulasi, atau sekedar tulisan yang tertulis dalam surat cinta.

Maka, ketika cinta datang mengetuk hati dan bertanya kepada anda tentang cinta, anda bisa memulai menjawab dengan sebuah kisah. Dimulai dari sebuah kelimat pendek, saya katakan kepada anda, “Cinta adalah manifestasi serangkaian tekad, rencana, dan sebuah aksi strategik yang tersusun sempurna.”

21
Mei
12

tasawuf

kali ini topiknya tentang tasawuf. dan kita perlu meluruskan beberapa hal.
1. tasawuf sama sekali berbeda dengan filsafat.
2. tasawuf sama sekali tidak rumit.
3. tasawuf itu menyenangkan.

jika saya ditanya, apa itu tasawuf, maka saya akan menjawab ‘tasawuf adalah jalan tentang cinta dan bagaimana cara mencintai dengan utuh’. tasawuf dalam berbagai wajahnya hanya memiliki beberapa topik yang relatif tidak berubah selama ratusan tahun. Kamu, Tuhan, Cinta. jika hidupmu adalah sebuah kisah, maka keseluruhan kisah tentang kamu, Tuhanmu, dan bagaimana kamu mencintaiNya adalah definisi paling lengkap dan menyeluruh dari tasawuf.

beberapa orang mungkin melihat tasawuf sangat esoterik. tertutup. sangat esklusif. susah dipahami. saya ingin mengatakan bahwa keterbatasan akal hampir selalu membuat tasawuf tampak rumit. semata-mata karena kesederhanaan tasawuf hanya bisa dipahami oleh hati ketika ia dipenuhi oleh rasa cinta. tasawuf bukan cabang ilmu. tasawuf bukan tentang filsafat. segala perdebatan, teori, atau konklusi matematis tentang tuhan. tasawuf jauh dari itu. jika ditanya tentang ma’rifat, ilmu, tabir gaib yang disingkap dari sebagian salik, maka itu semata-mata karena rasa cinta mereka terhadap Tuhan. seberapa besar kecintaan kita terhadap Tuhan, tergantung dari seberapa jauh kita mengenal Tuhan. ma’rifat akan mendatangkan rasa cinta, dan Tuhan akan menyingkap tabir rahasiaNya kepada siapapun yang mencintaiNya, semata-mata agar kecintaan dia semakin besar padaNya. ilmu, ma’rifat, basyirah, dan nur yang Ia letakkan di hati bukan tujuan akhir dari tasawuf, melainkan jalan yang mendekatkan diri sang salik padaNya.

dan tentu saja, tasawuf itu menyenangkan. jalan tasawuf mengajarkan tentang bagaimana menemukan kecintaan terhadap Tuhan, dan bagaimana cara menumbuh-kembangkan rasa cinta itu setiap hari. rasa cinta yang semakin tumbuh, berarti kebahagiaan yang semakin besar setiap hari. tasawuf dalam berbagai wajahnya memiliki ritual-ritual dan tradisi yang unik untuk mempertahankan rasa cinta terhadap Tuhan dan menumbuhkannya dengan cara yang paling efektif dan efisien. Beragam. namun semuanya berakar dari aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. jalan-jalan, makan-makan, dan tentu saja, pesta!

15
Mei
12

KAtS sewaktu SMA kelas 1. iseng baca mading di masjid, nemu tulisan tentang pacaran. artikelnya gedhe. panjang. ceritanya muter-muter. dan tentu saja yang nulis anak keputrian. ada cerita tentang gadhul bashar, zina mata, zina hati, tapi jika dikembalikan ke topiknya tentang pacaran, lalu disimpulkan, jadinya “pacaran itu mendekati zina, makanya dilarang”.

lalu, dalam sebuah forum diskusi, kebetulan topiknya sama. pacaran. KAtS bingung dengan argumen yang dibangun anak keputrian. lalu tiba-tiba pengen nakal sedikit. ikutan masuk koalisi ‘kecil’ (sebut saja tim kucing) yang kebetulan mengkonter argumen anak keputrian. argumen kontra koalisi kecil kami kurang lebih seperti ini.

klo lihat dari literatur Quran maupun hadist versi manapun gak ada kata ‘pacaran’. pengambilan hukum pacaran gak bisa langsung. minimal harus diqiyaskan. kasusnya nanti seperti bir. secara substansi dia berbeda dari khamr. tapi karena kemiripan sifatnya dia diqiyaskan dengan khamr. karenanya, hukumnya jadi haram. lalu karena ini qiyas, maka metode pengambilan qiyasnya gak bisa sembarangan. untuk kasus khamr ada dua pendapat mayoritas tentang qiyasnya. tapi nanti kesimpulan akhirnya sama. untuk qiyas yang pertama, mengambil ilat sifat khamr yang memabukkan. untuk qiyas yang kedua, mengambil ilat adanya alkohol dalam khamr. to be concluded, khamr haram. sekarang kita tinjau untuk kasus pacaran. ilat apa yang dipakai untuk mengqiyaskan pacaran dengan perbuatan mendekati zina?

lalu, apa definisi pacaran? pengambilan hukum untuk hal-hal yang tidak disebutkan secara definitif di alquran setidaknya harus memiliki definisi yang jelas. klo untuk kasus bir, definisinya jelas. bir ya benda itu. klo definisinya melenceng, maka pengambilan hukumnya cacat. untuk contoh, rootbeer. meskipun namanya sama-sama bir, tapi bahannya akar tanaman. rasanya pahit-pahit manis dan tidak mengandung alkohol. karenanya, menggunakan qiyas bir untu rootbeer secara kaidah fiqih tidak bisa dibenarkan…singkatnya, obyek yang akan dihukumi harus memiliki definisi yang jelas. klo tidak, maka pengambilan hukumnya cacat.

argumen pertama, ilat yang digunakan untuk mengqiyaskan pacaran dengan perbuatan mendekati zina lemah dan dalam banyak diskusi bisa dibantah dengan mudah. kalaupun ilatnya adalah karena pacaran mendekati zina, maka argumen kontranya sederhana, “yasudah…pacarannya gak usah deket-deket sama yang zina-zina.” dengan demikian ilatnya runtuh dan hukum ‘haram’ pacaran menjadi tidak berlaku lagi.

argumen kedua, tidak ada definisi yang berlaku secara umum untuk ‘pacaran’. dengan demikian, pengambilan qiyas atas pacaran secara kaidah, cacat hukum.

……

lalu diskusi pun mengalir. anak keputrian membalas dengan argumen, “mengapa harus pacaran? kan nggak ada gunanya?”. dijawab oleh tim kucing, “apa iya nggak ada gunanya? kan pacaran itu bisa bla bla bla…(nyebutin aspek positif pacaran)”. “itu kan menurut kamu, klo menurut saya pacaran itu gak ada gunanya”. dijawab, “klo kamu make argumen seperti itu ya sudah…jangan pacaran. tapi kamu gak berhak melarang orang lain pacaran kan?”

tim kucing mulai cekikikan.

salah satu anggota tim keputrian berdiri. kali ini langsung ketua keputrian.
“pacaran itu gak boleh dalam islam, kamu kan udah tahu tentang gadhul bashar, zina hati, bla bla bla (menjelaskan panjang lebar berapi-api)”
“ya sudah, klo pacarannya gak pake itu itu itu berarti boleh kan?”
“emang bisa? bla bla bla (menjelaskan panjang lebar berapi-api). bahkan untuk berbicara dengan perempuan pun anak cowok harus hati-hati. ingat hadist dari bla bla bla (nyebutin perawi hadist, kitab, halaman, matan dalam bahasa arab) yang secara singkat mengatakan bahwa suara perempuan itu aurat. bla bla bla…”

sejenak diam, lalu salah satu anggota tim kucing nyeletuk, “katanya suara cewek itu aurat, tapi kok kamu nyerocos mulu dari tadi?”. si mbak ketua keputrian memerah. diam. tim kucing pun bersorak dalam hati. HURRAAAYYYY….
sebelum ada yang tanya-tanya, KAtS luruskan dulu. pertama, KAtS meyakini bahwa hukum-hukum islam harus ditegakkan diatas dalil-dalil Quran dan Hadist yang kuat. ini demi tegakknya izzah Islam itu sendiri. klo argumennya lemah, seakan tampak dimata manusia hukum Tuhan itu bisa dinego, ditawar, atau malah dibuat sendiri. maka ketika sebuah hukum ditetapkan, dalil-dalil dan metode pengambilan hukumnya harus kuat. untuk kasus pacaran, KAtS tidak sepakat jika diharamkan. mengapa tidak bilang saja dengan jelas klo islam tidak melarang pacaran. yang dilarang itu, zina, mendekati zina, tidak gadhul bashar, de el el. klo ditanya mengapa, dalilnya jelas, dan dapat dipastikan rajih. klo ditinjau dari segi pedagogik, cara seperti itu juga lebih mendidik. sebagaimana Quran yang tidak serta merta melarang khmar, Quran memberikan alasan-alasan kuat bagi setiap muslim untuk menjauhinya. dalam kasus pacaran, kita bisa memberikan argumen-argumen qauliyah yang ada di Quran dan Hadist. klo tidak cukup, boleh diawali dan ditambahi argumen-argumen rasional yang memadai.

kedua, KAtS tidak sepakat dengan haramnya pacaran bukan berarti KAtS bakal pacaran. sama halnya dengan Islam yang membolehkan poligami, bukan berarti orang yang sepakat dengan poligami pasti istrinya lebih dari satu kan? ada hal-hal lain yang jauh lebih menyenangkan. makanya KAtS tidak mau pacaran.

29
Apr
12

freedom for palestine

So many years of catastrophe
More than six million refugees
It could be you and your family
Forced from your home and your history.

We are the people and this is our time
stand up, sing out for Palestine

No matter your faith or community
This is a crime against humanity
Gaza turned into a prison camp
Apartheid wall divides the West Bank

We are the people and this is our time
stand up, sing out for Palestine

Chorus:
We’ll break down the wall
Freedom for Palestine
Demand justice for all
freedom for Palestine

Enough illegal occupation
Violence and racial segregation
All religious communities unite
Freedom is a human right.

We are the people and this is our time
stand up, sing out for Palestine

Chorus:
We’ll break down the wall
Freedom for Palestine
Demand justice for all
freedom for Palestine

Your dead, locked by doctrine
blocked, like a box you’re locked in
a classroom, bombs are dropped in
and the pain is locked in
shame on this brave new world you’re lost in
and the lives its costing like a toxin
a penetration of hate
generations later still boxed in
children dead because we’re led by the bigoted
small graves filled instead and I’m sick of it

We are the people and this is our time
stand up, sing out for Palestine

We’ll break down the wall
Freedom for Palestine
Demand justice for all
freedom for Palestine

We are the people
this is our time
unite together
for justice in Palestine.

27
Apr
12

berjalan ia menapak takdir
rapuh bumi pada pijaknya
elan langit membara, lalu lantak
nozomi…oh

genderang..kuda-kuda dilepas dari tambatnya
sandang pedang terhunus lurus
elan bumi gemuruh
ksatria cahaya…oh




dayscounter

Juli 2017
S S R K J S M
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

mind oracle

jasad manusia selalu terkurung dalam batas dimensi ruang dan waktu. tetapi jiwa dan pikirnya ketika bertautan dengan keimanan akan membebaskannya dari bumi dan dunia untuk selamanya

Arsip

Kategori

counters

  • 6,400 views